Komplek TNI AL Rawa Bambu. Jl. Teluk Ratai No 5. RT 002 RW 008. Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
DONASI
Indonesia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade Khusus

Kementerian Pemuda dan Olahraga serta pihak Olimpiade Khusus Indonesia (SOIna) berencana mengajukan penawaran sebagai tuan rumah Olimpiade Khusus pada 2031. Mereka sedang menanti keputusan Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan penawaran yang berlangsung pada Juni 2023.
"Kami sudah kirim surat ke Presiden Joko Widodo untuk minta dukungan persetujuannya. Nanti yang (tanda tangan) nota kesepakatan (MoU) harus pemerintah," ujar staf pengembangan Olimpiade Khusus Asia Pasifik (SOAP) perwakilan Indonesia, Amran Effendi Siregar saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (7/2/2023).

Pihak SOIna optimistis Indonesia dapat memenangkan penawaran sebagai tuan rumah Olimpiade Khusus untuk Kejuaraan Dunia (World Games) 2031. Selain meningkatkan citra Tanah Air di mata dunia, peluang ini bisa menjadi salah satu pijakan dalam penawaran Olimpiade 2036.
Indonesia berpeluang besar untuk bersaing dalam penawaran (bidding) tuan rumah Olimpiade Khusus (Special Olympics/SO) 2031. Sebelumnya, SOIna sempat membidik untuk perhelatan 2027, tetapi kalah bersaing dengan Australia. Alhasil, persiapan lebih panjang dapat dilakukan guna memenuhi target menjadi tuan rumah pada 2031.

Amran menambahkan, tuan rumah saat ini memang dicari dari negara berkembang. Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kelompok minoritas, khususnya disabilitas intelektual.

“Secara politis di mata dunia, Indonesia masuk dalam kategori negara-negara yang peduli terhadap orang disabilitas. Indikatornya, (selama ini), umumnya hanya negara-negara yang maju punya kepedulian terhadap orang minoritas,” tutur Amran.

Indonesia memiliki modal yang cukup untuk menyelenggarakan SO. Pertama, Indonesia dinilai sukses menyelenggarakan pesta olahraga internasional, seperti Asian Games 2018. Kedua, pemerintah mulai memperhatikan kiprah SOIna, sehingga dukungan pun mengalir. Ketiga, Indonesia memiliki atlet yang berkemampuan tinggi hingga rendah.

Tidak hanya itu, citra Indonesia di mata dunia pun akan meningkat. Kepedulian masyarakat Tanah Air terhadap kaum disabilitas intelektual juga makin besar. Alhasil, peluang dan ruang bagi mereka akan terbuka. Keberhasilan penawaran tuan rumah SO akan menguntungkan Indonesia dari beragam sisi.

Dana yang dikucurkan guna menyelenggarakan SO pun tidak setinggi Asian Games 2018 lalu. Menurut Amran, dana yang perlu disiapkan sebesar 41,8 juta dolar AS atau sekitar Rp 634,4 miliar. Kala itu, biaya Asian Games 2018 sekitar Rp 4,5 triliun (Kompas.id, 2/1/2019).

Apabila Indonesia berhasil, komite SO juga akan memberi beragam dukungan yang tak bersifat komersial. Salah satunya pelatihan teknik.

“Ketika bidding 2031 diterima, peluang untuk (bidding tuan rumah) 2036 akan makin besar. (Kelompok) minoritas saja diperhatikan, apalagi kelompok mayoritas (non-disabilitas intelektual),” kata Amran yang telah berkecimpung dalam Olimpiade Khusus sejak 1985.
Ia pun mengakui, tidak mudah bagi negara untuk memberi ruang bagi orang-orang disabilitas. Hal itu jadi salah satu alasan tidak semua negara berniat untuk mengajukan penawaran sebagai tuan rumah SO.

Senada dengan Amran, Ketua Umum SOIna Warsito Ellwein sepakat bahwa besar peluang Indonesia untuk mendapat penawaran tuan rumah. Tugas sebagai tuan rumah memang tak mudah, sehingga hanya segelintir negara yang berminat mengajukan penawaran. Namun, hal itu sekaligus menguntungkan karena persaingan tidak begitu sengit.
“Ini (SO) pertama kali di Asia. Jadi sebagai suatu iming-iming untuk internasional bahwa di Asia, Indonesia sudah punya prestasi untuk event-event besar, termasuk G20 yang jadi perhatian kita semua,” kata Warsito.

Ia menambahkan, Indonesia sejak dulu ingin menyelenggarakan Olimpiade. Beberapa kali negara ini juga ikut penawaran, tetapi belum membuahkan hasil. Apabila penawaran dalam SOIna berhasil, upaya itu bisa menjadi poin penting untuk Indonesia melanjutkan negosiasi tuan rumah Olimpiade 2036.

Selain itu, posisi strategis ini dapat membantu Indonesia mempromosikan diri dalam jangka pendek maupun panjang. “Kalau tidak dikenal, posisi tawar-menawar kita di (tingkat) internasional lemah,” tambah Warsito.

Penawaran tuan rumah SO tentu akan jadi target sejumlah negara lain. Beberapa di antaranya adalah India, Brasil, dan Argentina. Meski demikian, India akan jadi pesaing terkuat lantaran memiliki kontingen yang besar. Selain itu, mereka dapat disokong dengan anggaran yang kuat.

Penyelenggaraan pun dapat digelar di beberapa negara bagian. Sebaliknya, Indonesia kemungkinan akan dilakukan terpusat di Jakarta jika kelak terpilih sebagai tuan rumah.

Penawaran tuan rumah SO tentu akan jadi target sejumlah negara lain. Beberapa di antaranya adalah India, Brasil, dan Argentina. Meski demikian, India akan jadi pesaing terkuat lantaran memiliki kontingen yang besar. Selain itu, mereka disokong dengan anggaran yang kuat.

Penyelenggaraan pun dapat digelar di beberapa negara bagian. Sebaliknya, Indonesia kemungkinan akan dilakukan terpusat di Jakarta jika kelak terpilih sebagai tuan rumah.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyebut bahwa keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah SO pada 2031 bakal menambah poin bagi Indonesia untuk perhelatan Olimpiade 2036. “Jadi kalau sukses Special Olympics, maka itu akan menjadi poin besar penilaian untuk kita bisa ditunjuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2036. Hal ini sebagaimana keinginan dan arahan Presiden Joko Widodo,” ujarnya, seperti dikutip dari situs resmi Kemenpora.

Sumber : kompas.id

https://www.kompas.id/baca/olahraga/2023/02/07/ambisi-indonesia-jadi-tuan-rumah-olimpiade-khusus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Math Captcha
56 − 52 =