Komplek TNI AL Rawa Bambu. Jl. Teluk Ratai No 5. RT 002 RW 008. Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
DONASI
Berawal dari Mendampingi Anak Hingga Menjadi Pelatih SOIna

novie Mayang Melati mengenal SOIna pada tahun 2024 ketika ia tengah mencari tempat yang aman dan menyenangkan bagi anaknya, Sahin, untuk bermain dan berolahraga. Ia ingin Sahin bisa berinteraksi dengan lingkungan yang memahami karakteristik anak autis, sekaligus memberi kesempatan dirinya belajar bersosialisasi. Dari situlah Mayang mulai aktif menemani latihan anaknya di Lapangan Jawa Depok, dan seiring waktu, ia terlibat lebih dalam sebagai volunteer.

Awalnya, Mayang hanya membantu anak-anak antre atau menyiapkan perlengkapan latihan. Namun, ia menyadari bahwa kegiatan itu memberinya kebahagiaan. Bertemu dengan orang tua lain yang mengalami tantangan serupa membuatnya merasa nyaman. Dari sekadar mengantar, saya mulai rutin mendampingi, hingga akhirnya ikut terlibat sebagai volunteer. Ditambah lagi, ia memiliki pengalaman sebagai pelatih cheerleading di masa muda yang membawa ia menjadi pelatih di cabor lainnya, dance sport dengan menawarkan diri berkontribusi menjadi pelatih dan disambut dengan sangat baik oleh SOIna Depok.

Saat ini, setiap Sabtu pagi, Mayang memandu latihan anak-anak Young athletes, termasuk putrinya, Binar. Ia memperhatikan bagaimana anak-anak menikmati kegiatan itu seperti bermain, meski ada materi tertentu yang diajarkan.

Di SOIna Depok, kegiatan latihan bersifat kolaboratif. setiap cabang olahraga memiliki penanggung jawab, tetapi semua volunteer saling mengisi dan mendukung satu sama lain, Karen menangani anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan kerja tim dan empati yang besar. Memasuki tahun 2025, keterlibatannya pun semakin bertambah dengan dipercaya untuk terlibat sebagai asisten trainer, mendampingi Ibu Triningsih, Direktur Program Young Athletes SOIna dalam upaya menyebarkan informasi serta berbagi pengalaman terkait Young Athletes Program kepada orang tua, komunitas, dan pihak-pihak lainnya di Jakarta, Temangung, Kendal, dan Semarang.

Sebagai orang tua dengan anak autis, Mayang sudah terbiasa menghadapi berbagai kondisi di rumah. Pengalaman tersebut sangat membantunya ketika mendampingi anak-anak Young Athletes di lapangan. Di samping itu, ia juga banyak belajar dari orang tua dan pelatih lain, terutama yang memiliki anak dengan kebutuhan yang berbeda, seperti down syndrome atau autisme dengan tingkat yang beragam. Ia dan para keluarga saling belajar karena setiap anak memiliki kebutuhan, kebiasaan, dan karakter yang berbeda-beda.

Pendekatannya tidak hanya tentang latihan fisik. Ia menekankan kesabaran, menghindari nada tinggi saat anak rewel, dan selalu berkomunikasi dengan orang tua untuk menyesuaikan metode dengan karakteristik masing-masing anak. Menurutnya, dukungan dan pendampingan keluarga sangat penting, karena keluargalah yang paling memahami anak.

Ia juga menambahkan, dukungan keluarga sangat menentuakn perkembangan anak, terutama anak berkebutuhan khusus. “Orang tua adalah “manajer” bagi anaknya. Arah dan perjalanan anak sangat bergantung pada bagaimana orang tua mendukung dan mengarahkan. Hal inilah yang membuat saya sangat menyukai SOIna, karena dengan kondisi apa pun, anak-anak tetap diberi kesempatan untuk berkembang dan bahkan diarahkan ke jalur prestasi, sehingga mereka bisa memiliki rasa bangga terhadap dirinya sendiri,” ungkapnya

Tantangan terbesar Mayang selama melatih Young Athletes adalah mengarahkan anak-anak yang masih sulit diprediksi, terutama yang berusia di bawah delapan tahun. Namun, ia menyiasatinya dengan kesabaran, motivasi bertahap, dan teknik “merayu” anak sesuai kebutuhan masing-masing. Ia mewajibkan keluarga untuk mendampingi anak selama latihan, mulai dari pengenalan gerakan hingga latihan mandiri, sehingga anak merasa diperhatikan, dan bonding antara anak dan orang tua terjaga.

Keberhasilan kecil pun dirayakan dengan sukacita. Anak yang awalnya malu-malu, hanya duduk, akhirnya mau berdiri. Anak yang awalnya takut bergerak, kini bisa melompat. Baginya, kemajuan sekecil apa pun menjadi pencapaian yang sangat berarti. Apabila keluarga merasa bahagia, maka ia dan para pelatih pun ikut merasakan kebahagiaan itu.

Bagi Mayang, Young Athletes bukan sekadar tempat latihan. Ini adalah ruang bagi anak-anak dengan berbagai kebutuhan untuk belajar, bermain, dan merayakan pencapaian mereka. Ia berharap program ini bisa merata di seluruh Indonesia, memberi kesempatan yang sama bagi semua anak untuk berkembang, menikmati olahraga, dan menemukan kebanggaan dalam diri mereka sendiri.

Novie Mayang Melati first came across SOIna in 2024 while searching for a safe and enjoyable place for her son to play and exercise. She wanted her son to interact in an environment that understood the characteristics of autistic children, while also giving herself a chance to learn social skills. That was when she began accompanying her son to training sessions at Lapangan Jawa Depok, and over time, she became more deeply involved as a volunteer.

At first, Mayang only helped children line up or prepared training equipment. But she soon realized that the activities brought her joy. Meeting other parents facing similar challenges made her feel comfortable and understood. “From just accompanying my child, I began attending regularly, and eventually, I became a volunteer,” she recalls. Adding to this, her experience as a cheerleading coach in her youth led her to become a coach in another sport, dance sport. She offered to contribute as a coach and was warmly welcomed by SOIna Depok.

Now, every Saturday morning, Mayang guides the Young Athletes Program sessions, including for her daughter, Binar. She observes how the children enjoy the activities as if they are playing, even though certain skills and exercises are being taught.

At SOIna Depok, training sessions are collaborative. each sport has a person in charge, but all volunteers support and fill in for each other. Working with children with special needs requires teamwork and great empathy. By 2025, her involvement expanded further when she was entrusted as an assistant trainer, supporting Mrs Triningsih, SO Indonesia's Young Athletes Program Director, in spreading information and sharing experiences about Young Athletes with parents, communities, held in Jakarta, Temanggung, Kendal, and Semarang.

As a parent of an autistic child, Mayang is accustomed to handling various situations at home. This experience is invaluable when working with Young Athletes on the field. At the same time, she continues to learn from other parents and coaches, especially those caring for children with different needs, such as Down syndrome or autism of varying levels. Families at SOIna learn from one another because each child has unique needs, habits, and personalities.

Her approach goes beyond physical training. She emphasizes patience, avoids raising her voice when a child is upset, and always communicates with parents to tailor methods to each child’s characteristics. She stresses that family support and involvement are essential, as the family knows the child best.

She adds, “Parents are the ‘managers’ of their children. The path and development of a child depend on how parents guide and support them. This is what I love about SO Indonesia. children, regardless of their conditions, are given opportunities to grow and even be guided toward achievement, helping them build pride in themselves.”

One of Mayang’s biggest challenges in coaching Young Athletes Program is guiding children who are unpredictable, especially those under eight. She overcomes this with patience, gradual motivation, and techniques to engage each child based on their needs. She requires parents to accompany their children during training, from introducing movements to practicing independently, so that children feel supported and the parent-child bond is strengthened.

Even the smallest progress is celebrated with joy. A child who was initially shy and sat quietly may eventually stand, while another who feared moving can suddenly jump. For Mayang, even minor achievements are deeply meaningful. When families are happy, the coaches feel that happiness too.

Even the smallest progress is celebrated with joy. A child who was initially shy and sat quietly may eventually stand, while another who feared moving can suddenly jump. For Mayang, even minor achievements are deeply meaningful. When families are happy, the coaches feel that happiness too.

For Mayang, Young Athletes Program is more than just a training program. It is a space for children with diverse needs to learn, play, and celebrate their accomplishments. She hopes the program will expand across Indonesia, providing every child with the opportunity to grow, enjoy sports, and discover pride in themselves.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Math Captcha
72 − 65 =