Komplek TNI AL Rawa Bambu. Jl. Teluk Ratai No 5. RT 002 RW 008. Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
DONASI
Satu Pelatihan, Seribu Inspirasi: Kisah Adi Ruhyadi

2024 menjadi titik balik bagi Adi Ruhyadi. Tahun itu, ia bergabung sebagai pelatih program Young Athletes (YA) yang diselenggarakan oleh Special Olympics Indonesia didukung oleh UPS Foundation. Sebuah langkah yang bukan hanya memperkaya pengetahuannya, tetapi juga menjadi awal dari perubahan bagi dirinya dan tempatnya mengajar.

“Pelatihan ini memberikan saya pengetahuan baru bahwa olahraga dapat menjadi sarana untuk melihat potensi dan perkembangan anak-anak, khususnya anak-anak dengan disabilitas intelektual, secara lebih menyeluruh,” ujar Adi. Ia menambahkan bahwa di sebagian besar SLB (Sekolah Luar Biasa), keberadaan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) masih tergolong langka. Mayoritas pengajar berasal dari latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB), yang belum tentu memiliki kompetensi dalam bidang olahraga.

Dengan bekal dari pelatihan YA, Adi mulai menerapkannya di sekolah. Program YA bukan hanya sekedar aktivitas fisik, tetapi juga menjadi alat asesmen perkembangan anak, untuk mengetahui apa yang perlu dikembangkan.

"Setelah saya coba Implementasikan, ternyata sangat membantu. Kami bisa tahu perkembangan anak, tahu di mana kesulitannya. Dari situ, kami konsultasikan ke kepala sekolah dan akhirnya program ini bisa dimasukkan ke dalam kurikulum, khususnya untuk kelas 1 hingga 3," jelas Adi.

Adi berharap program ini bisa menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia. Baginya, YA Program tidak bisa hanya dilakukan di sekolah. Kolaborasi dengan orang tua sangat penting. "Saat evaluasi, misalnya Seorang anak masih belum sempurna gerakan Melemparnya, kami sampaikan ke orang tua, lengkap dengan gerakan yang kami ajarkan di sekolah. Mereka bersedia menerima masukan dan melatih anak tersebut di rumah. Ini membuat program YA berjalan lebih efektif," ungkapnya.

Melihat dedikasi dan pemahamannya terhadap program YA, kini Adi mendapat kepercayaan lebih besar: ia telah ditunjuk sebagai asisten trainer, membantu trainer utama dalam pelatihan-pelatihan Young Athletes di berbagai wilayah. Dalam peran barunya ini, Adi tidak hanya menjadi pelatih di lapangan, tetapi juga menjadi penggerak yang menyebarkan pengetahuan dan inspirasi kepada para calon pelatih lain untuk memberikan perubahan terutama di lingkungan mereka.

Sebagai asisten trainer, Adi kini aktif membantu fasilitasi pelatihan, dan menjadi sumber motivasi bagi pelatih-pelatih baru yang ingin membawa perubahan di lingkungan mereka masing-masing, terutama sekolah.

Program Young Athletes telah menjadi lebih dari sekadar pelatihan—ia menjadi jembatan antara pendidikan, olahraga, dan keluarga. Dan dengan kolaborasi yang terus terbangun, termasuk dukungan berkelanjutan dari UPS Foundation, program ini terus memberikan harapan baru bagi anak-anak usia dini untuk tumbuh dengan percaya diri, sehat, dan bahagia.

"2024 was a turning point for Adi Ruhyadi. That year, he joined the Young Athletes (YA) program as a coach, Held by Special Olympics Indonesia (SO Indonesia) with support from the UPS Foundation. It was a step that not only expanded his knowledge but also marked the beginning of meaningful change—for both himself and the school where he teaches.

This training gave me new insights—that sports can be a way to recognize the potential and development of children, especially those with intellectual disabilities, in a more comprehensive way,” Adi said. In most special schools (SLB), Physical Education, Sports, and Health (PJOK) teachers are still rare. The majority of educators come from a special education background and may not necessarily have adequate competence in sports.

"With the knowledge gained from the YA training, Adi began implementing the program at his school. The Young Athletes program is not just about physical activities—it also serves as an assessment tool to better understand children’s development and identify areas that need support and growth.

"After I tried implementing it, it is very helpful. We could see the children’s progress and understand where they were struggling. From there, we discussed it with the school principal, and eventually, this program could be included in the curriculum, especially for grades 1 to 3," Adi explained.

Adi hopes the program can reach more schools across Indonesia. For him, YA Program shouldn’t take place only at school—collaboration with parents is essential. “During evaluations, for example, if a child still struggles with a throwing movement, we communicate this to the parents, along with the techniques we’ve taught at school. They’re open to the feedback and help their child practice at home. This has made the YA program more effective,” he said.

Recognizing his dedication and deep understanding of the YA program, Adi has been entrusted with greater responsibility: he was appointed as an assistant trainer, supporting lead trainers in Young Athletes training sessions in various locations. In this new role, Adi is not only a coach on the field but also a driving force—sharing knowledge and inspiration to future coaches to bring change within their own communities.

As an assistant trainer, Adi now actively supports training facilitation session and serves as a source of motivation for new coaches who aspire to create positive change in their own communities, especially within schools.

The Young Athletes program has become more than just training—it has grown into a powerful bridge connecting education, sports, and families. Through ongoing collaboration and continuous support from the UPS Foundation, the program continues to bring new hope for young children to grow with confidence, good health, and happiness.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Math Captcha
− 2 = 7