Down Syndrome

Penyandang Down Syndrome mungkin berbeda dalam banyak hal, tetapi merangkul perbedaan membuat kita lebih kuat; bersama, kita bersinar.

Apa itu Down Syndrome

Down Syndrome adalah istilah untuk sekumpulan gejala kognitif dan fisik yang dapat diakibatkan oleh adanya salinan ekstra atau bagian dari salinan kromosom 21.

Down syndrome adalah penyebab kromosom yang paling sering menyebabkan disabilitas intelektual ringan hingga sedang, dan terjadi pada semua kelompok etnis dan ekonomi.

Down syndrome adalah penyebab kromosom yang paling sering menyebabkan disabilitas intelektual ringan hingga sedang, dan terjadi pada semua kelompok etnis dan ekonomi.

Dalam beberapa dekade terakhir, berkat dukungan dan perawatan yang tepat, harapan hidup untuk orang dengan Down Syndrome telah meningkat secara drastis: dari 25 tahun pada tahun 1983 menjadi lebih dari 60 tahun saat ini.


Apa Gejala Down Syndrome?

Down Syndrome disebabkan oleh kesalahan acak dalam pembelahan sel yang mengakibatkan adanya salinan kromosom 21 ekstra. Biasanya, ketika satu sel membelah menjadi dua, semua pasangan kromosom terpecah sehingga salah satu dari pasangan tersebut masuk ke satu sel, dan pasangan lainnya masuk ke sel lainnya. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, kedua kromosom dari sepasang kromosom masuk bersama ke dalam satu sel.

Down Syndrome disebabkan oleh kesalahan acak dalam pembelahan sel yang mengakibatkan adanya salinan kromosom 21 ekstra. Biasanya, ketika satu sel membelah menjadi dua, semua pasangan kromosom terpecah sehingga salah satu dari pasangan tersebut masuk ke satu sel, dan pasangan lainnya masuk ke sel lainnya. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, kedua kromosom dari sepasang kromosom masuk bersama ke dalam satu sel.

Para peneliti juga mengetahui beberapa, tetapi tidak semua, faktor risiko Down Syndrome. Sebagai contoh, orang tua yang memiliki anak dengan Down syndrome atau kelainan kromosom lainnya, atau yang memiliki kelainan kromosom sendiri, lebih mungkin memiliki anak dengan Down syndrome.

Selain itu, kemungkinan sel telur mengandung salinan ekstra kromosom 21 meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia wanita. Oleh karena itu, wanita yang lebih tua jauh lebih mungkin untuk melahirkan bayi dengan Down Syndrome daripada wanita yang lebih muda.

Selain itu, kemungkinan sel telur mengandung salinan ekstra kromosom 21 meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia wanita. Oleh karena itu, wanita yang lebih tua jauh lebih mungkin untuk melahirkan bayi dengan Down Syndrome daripada wanita yang lebih muda.

Selengkapnya Tentang Disabilitas Intelektual


Apa itu Disabilitas Intelektual?

Disabilitas Intelektual adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang dengan keterbatasan tertentu dalam fungsi kognitif dan keterampilan lainnya, termasuk komunikasi dan perawatan diri.


Autisme

Autisme adalah kondisi neurologis dan perkembangan yang kompleks yang memengaruhi cara seseorang belajar, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain.


Celebral Palsy

Cerebral Palsy merujuk pada salah satu dari sejumlah gangguan neurologis yang muncul pada masa bayi atau masa kanak-kanak yang secara permanen memengaruhi gerakan tubuh dan koordinasi otot.


Fragile X Syndrome

Fragile X adalah kondisi genetik yang memengaruhi perkembangan seseorang, terutama perilaku dan kemampuan belajar.