Komplek TNI AL Rawa Bambu. Jl. Teluk Ratai No 5. RT 002 RW 008. Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
DONASI
Anggun, Sosok Pelatih Dibalik Suksesnya Ririn Tembus ke Berlin Jerman

Anggun Regitasari Wijayanto, wanita kelahiran Makassar 8 juli 1998 merupakan sosok dibelakang kesuksesan Ririn.

Anggun, sesuai namanya disebut memang berpenampilan anggun dan menawan ini merupakan lulusan Universitas Negeri Makassar dan tak tanggung-tanggung, dia menempuh pendidikan terakhir sebagai Magister Pendidikan untuk program studi pendidikan jasmani dan olahraga.

Anggun kemudian mengabdikan dirinya sebagai guru Pendidikan Jasmani dan Olahraga Khusus (PJOK) di SLBN 1 Pembina Makassar.

Anggun yang sebagian temannya menyebut berperangai lembut ini, ternyata mengajar siswa berkebutuhan khusus dari tingkat SDLB, SMPLB dan SMALB.

Prestasi Sebagai Pelatih

Anggun, sebagai pelatih, ternyata memiliki segudang prestasi dalam melatih siswanya, sebelumnya pada tahun 2021 dia pernah membawa siswanya atas nama Rafif Syihan mengikuti lomba Virtual Kompetisi (Virkom) pada Special Olympic Indonesia (SoIna).

Dalam kompetisi tersebut, Rafif meraih juara 1 di tingkat pusat di Semarang dalam kategori senam ritmik.

Kemudian pada tahun 2022, Anggun kembali dipercaya melatih dan memilih siswa yang dipersiapkan untuk mengikuti Special Olympic Nasional di Semarang.

Pada saat itu, Anggun membawa dua siswanya bernama Muhammad Alif dan Ririn Ramadhani amadani Catur Mulya.

Menurutnya, alasan dia memilih Ririn pada saat itu karena melihat potensi besar dalam diri Ririn.

“Padahal jika orang lain melihat Ririn, dia merupakan sosok anak yang sangat pendiam, pemalu dan cenderung kurang aktf,” bebernya kepada Nusantarachannel, Kamis 13 Oktober 2022.

“Dari sini saya ingin membuat anak ini menjadi lebih percaya akan potensi yang dimilikinya,” lanjut Anggun.

Sebelumnya, tambah Anggun, Ririn belum pernah mengikuti lomba.

“Bahkan kegiatan ekstra kulikuler di sekolah, Ririn juga tidak begitu aktif. Maka pada saat itu, saya selaku pelatih tidak memilih murid yang sering mengikuti lomba, tetapi saya memang mencari bibit baru, karena saya yakin semua murid memiliki potensi masing-masing, hanya saja belum diberi kesempatan dan kepercayaan,” papar Anggun.

Tantangan yang paling berat dirasakan Anggun dalam melatih Ririn adalah pada saat awal mula diadakan latihan.

“Hal ini, dikarenakan Ririn yang pada dasarnya memiliki sifat pemalu, kurang mampu mengekspresikan gerakannya dengan baik. Seperti yang kita ketahui bahwa anak dengan berkebutuhan khusus, memiliki intelektual sangat lambat menangkap materi yang diberikan sehingga saya selaku pelatih, perlu melakukan pendekatan ekstra kepada Ririn,” jelas Anggun.

“Tentu caranya dengan membantu mengembangkan sifat-sifat positif pada dirinya, seperti rasa percaya diri, memperbaiki kondisi motorik kasar dan motorik halus yang masih terbilang kaku dan terus menerus diberikan motivasi,” jelasnya lagi.

Namun setelah melewati masa pelatihan yang panjang, ungkap Anggun kemudian, akhirnya Ririn dapat membuktikan kepada semua orang, bahwa dia mampu melakukannya.

“Ini dibuktikan dengan keberhasilan Ririn menembus seleksi untuk lolos ke Berlin Jerman,” tukasnya.

Harapan Sebagai Pelatih

Harapan Anggun sebagai pelatih tidak muluk-muluk, dia hanya ingin melihat anak-anak disabilitas terutama anak penyandang disabilitas intelektual ini dihargai dan di apresiasi bakat dan potensi yg mereka miliki.

“Karena mereka hanya butuh ruang dan kesempatan dimana mereka dapat menunjukkan bakatnya,” imbuh Anggun.

“Tentu ini tak lepas juga dari bantuan dan sokongan dari para teman-teman guru, Kepala SLBN 1, Kepala Bidang PKLK BSD, Kadis Pendidikan, Ketua dan Sekretaris SoIna Sulsel serta tentu dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan utamanya dari Gubernur Sulsel beserta jajarannya,” kunci Anggun Regita Widjayanto, S.Or., M.Pd. (Awing)

1665667767991-225x300

Sumber : nusantrachannel.co

https://nusantarachannel.co/anggun-sosok-pelatih-dibalik-suksesnya-ririn-tembus-ke-berlin-jerman/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Math Captcha
20 − 17 =